Rabu, 11 Februari 2015

CLOSED

BLOG INI DITUTUP,
TERIMAKASIH..
MAAFKAN KEALAY-AN SAYA DULU..
SEKIAN..!

Selasa, 11 Mei 2010

frekuensi stasiun tv di indonesia

UHF merupakan singkatan dari Ultra High Frequency. UHF merupakan rentang suatu gelombang elektromagnetik yang memiliki rentang frekuensi antara 300 MHz sampai 3 GHz.
Gelombang radio diluar rentang UHF akan masuk ke dalam pengelompokan lain, seperti SHF, RHF dan VHF.
Berikut pembagiannya :
  • VHF (Very High Frequency) 30 – 300 MHz
  • UHF (Ultra High Frequency) 300 MHz – 3 GHz
  • SHF (Super High Frequency) 3 – 30 GHz
  • EHF (Extremely High Frequency) 30 – 300 GHz

Pada kesempatan kali ini akan fokus membahas tentang UHF dan penggunaannya dalam transmisi sinyal televisi.
UHF dan VHF biasanya digunakan untuk transmisi sinyal televisi. Di Indonesia sebagian besar stasiun televisi menggunakan gelombang radio UHF, baik stasiun swasta maupun negeri. Seperti TVRI misalnya, TVRI tidak hanya menggunakan sinyal VHF dalam memancarkan siarannya, tetapi juga menggunakan UHF.

Berikut ini adalah daftar penggunaan frequency pada pensinyalan televisi di kota Bandung :

Stasiun TV lokal :

  1. IMTV 479 MHz
  2. PJTV 519 MHz
  3. STV Bandung 575 MHz
  4. CT Channel 591 MHz
  5. Bandung TV 607 MHz

Stasiun TV Swasta :

  1. Trans TV 639 MHz
  2. Trans 7 655 MHz
  3. Global TV 671 MHz
  4. TVOne 687 MHz
  5. RCTI 703 MHz
  6. SCTV 719 MHz
  7. Indosiar 735 MHz
  8. Metro TV 751 MHz
  9. ANTV 767 MHz
  10. TPI 799 MHz

Khusus TVRI menggunakan 2 gelombang radio yaitu 196 MHz pada VHF dan 623 MHz pada UHF.

Minggu, 28 Maret 2010

ccs7 signaling flow pada pstn

Personalisasi Ring Back Tone pada Jaringan PSTN

Konsep Ring Back Tone

Ring Back Tone (RBT) adalah layanan yang diberikan oleh sistem (dalam hal ini jaringan PSTN) yang menyediakan nada panggil tertentu dalam bentuk lagu atau nada khusus yang menunjukan personalisasi pelanggan yang dipanggil kepada pelanggan yang memanggil, personalisasi nada tersebut dilakukan sebelumnya oleh pelanggan yang dipanggil. RBT tersebut merupakan nada pengganti dari nada sinyal ring back yang diberikan sentral kepada pelanggan pemanggil sebagai notifikasi / nada tunggu bahwa proses Call set up / panggilan sedang dalam state menunggu jawaban dari pelanggan yang di panggil. Untuk lebih memberikan gambaran yang lebih jelas perbedaan anatara pelanggan Non RBT dan pelanggan RBT dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 1. Konfigurasi layanan Ring Back Tone

Fitur dan pola akses RBT

Fitur dari layanan Ring Back Tone meliputi :
a. Basic RBT, layanan ini memungkinkan pelanggan yang berlangganan RBT untuk dapat memperdengarkan content RBT seperti nada dering, rekaman suara dan lain sebagainya kepada orang lain yang menghubungi nomor telepon dirinya.
b. Gift RBT, layanan ini memungkinkan seseorang yang berlangganan RBT memberikan content RBT yang dipesannya kepada nomor telepon orang lain, sehingga nomor telepon orang lain tersebut dapat memperdengarkan content yang telah diberikan ketika nomor teleponnya dihubungi.
c. Recorded RBT, layanan ini memungkinkan sesorang untuk merekam voice secara individual untuk kemudian dijadikan sebagai ring back tone ketika nomor teleponnya dihubungi.
d. Advertizing RBT, layanan ini memungkinkan sebuah RBT berisi klip suara dari sebuah perusahaan yang dijadikan sebagai ajang kegiatan promosi dari produk material/ jasanya.
Pola akses yang dapat dilakukan untuk melakukan personalisasi RBT dapat ditempuh dalam berbagai macam cara sebagai berikut :
a. Akses melalui IVR, calon pelanggan yang akan berlangganan RBT melakukan dialing ke nomor akses provider RBT selanjutnya melakukan proses subcribe sesuai petunjuk IVR yang diberikan.
b. Akses melalui SMS, calon pelanggan yang akan berlangganan RBT mengirimkan SMS ke provider RBT dengan syntax tertentu, selanjutnya sistim RBT secara otomatis mengaktifkan fitur RBT pada no telepon yang dikehendaki.
c. Akses melalui WEB, calon pelanggan yang akan berlangganan RBT melakukan pendaftaran fitur RBT melalui petunjuk yang diberikan pada situs WEB provider RBT, selanjutnya sistim RBT secara otomatis mengaktifkan fitur RBT pada no telepon yang dikehendaki.

Implementasi RBT di PSTN

Untuk menerapkan fitur RBT pada jaringan PSTN beberapa hal yang menjadi konsideran adalah :
a. Infrastruktur jaringan yang meliputi pemilihan jenis koneksi dan dimensi jaringan untuk menghubungkan perangkat server dengan sentral. Jenis koneksi direkomendasikan menggunakan link E1 dengan CCS #7 yang diketahui memiliki kecepatan dalam melakukan call set up, sementaara dimensi jaringan yang berkaitan dengan kapasitas user yang akan terhubung dengan RBT menentukan apakah akan dipilih sistim RBT terpusat (Centralised) atau tersebar (Distributed) dalam hal memberikan service RBT kepada pelanggan PSTN.
b. Jaringan TCP/IP yang terjamin realibitiy dan securitynya sehingga tidak menjadi hambatan untuk melakukan monitoring, provisioning dan updating content pada perangkat RBT server.
c. Pelanggan yang berlangganan ring back tone adalah pelanggan yang terhubung langsung dengan jaringan PSTN tanpa melalui sentral perantara seperti PABX.
d. Proses inserting RBT pada jaringan PSTN dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar 2 Tipikal konfigurasi RBT pada jaringan PSTN
Tipikal konfigurasi implementasi RBT pada jaringan PSTN adalah sebagai berikut :
Gambar 3 Tipikal konfigurasi RBT pada jaringan PSTN
Pada koneksi antara Sentral dengan Server RBT yang mempergunakan link E1 CCS #7 terdapat 2 (dua) jenis network yaitu Signalling Network yang bertugas untuk melakukan pembangunan dan pembubaran hubungan. Hubungan dengan server akan terbentuk sejak connection path antara caller dan called terbentuk sampai dengan called menjawab panggilan atau time out state ringing dilampaui. Server RBT secara umum dibagi kedalam 3 (tiga) sub sistem yaitu :
a. RBT Management Server, berfungsi sebagai server pengendali seluruh aktifitas pelayanan RBT bagi pelanggan yang berlangganan RBT. Pada server ini terhubung database pelanggan dan data pemakaian RBT (CDR) dari setiap kejadian koneksi terhadap server.
b. RBT Content akan memainkan lagu, klip suara dan rekaman lainnya secara individual pada saat pelanggan sedang dihubungi (ringing state).
c. RBT IVR, server yang berisi petunjuk bagi pelanggan yang ingin mengaktifkan fasilitas RBT pada pesawat teleponnya.
Flow message dari IVR secara umum adalah sebagai berikut :
Gambar 3 Tipikal konfigurasi RBT pada jaringan PSTN
Pada koneksi antara Sentral dengan Server RBT yang mempergunakan link E1 CCS #7 terdapat 2 (dua) jenis network yaitu Signalling Network yang bertugas untuk melakukan pembangunan dan pembubaran hubungan. Hubungan dengan server akan terbentuk sejak connection path antara caller dan called terbentuk sampai dengan called menjawab panggilan atau time out state ringing dilampaui. Server RBT secara umum dibagi kedalam 3 (tiga) sub sistem yaitu :
a. RBT Management Server, berfungsi sebagai server pengendali seluruh aktifitas pelayanan RBT bagi pelanggan yang berlangganan RBT. Pada server ini terhubung database pelanggan dan data pemakaian RBT (CDR) dari setiap kejadian koneksi terhadap server.
b. RBT Content akan memainkan lagu, klip suara dan rekaman lainnya secara individual pada saat pelanggan sedang dihubungi (ringing state).
c. RBT IVR, server yang berisi petunjuk bagi pelanggan yang ingin mengaktifkan fasilitas RBT pada pesawat teleponnya.
Flow message dari IVR secara umum adalah sebagai berikut :
Gambar 4 Flow Messsage IVR RBT
a. CMS (Content Management Server) berfungsi sebagai interface antara RBT Server dengan beberapa Content Provider (CP). CMS menyediakan berbagai jenis tipe koneksi dalam IP network environment, koneksi tersebut dapat berupa HTTP untuk koneksi via Web/ Internet atau berupa TCP/IP untuk koneksi melalui IP VPN. CMS juga menyediakan koneksi SMPP dengan Billing Server untuk keperluan pencatatan raw data CDR dan sebagai basis untuk pembuatan billing dan rekonsialiasi dengan pihak content provider.
b. Content Provider (CP) adalah mitra yang diajak bekerjasama dengan TELKOM untuk menyelenggarakan layanan PRBT bagi pelanggan PSTN. Content yang disediakan dapat berupa basic ring tone, polyphonic ring tone, jingle lagu, klip suara atau voice recording. Penyediaan content dapat diberlakukan dalam bentuk beli putus, pola sharing atas durasi koneksi ke RBT Server atau tipe pola sharing lainnya tergantung kesepakatan antara TELKOM dengan CP, namun yang menjadi kunci susksesnya layanan RBT ini adalah kontinuitas updating content, kestabilan jaringan dan pola charging yang kompetitif.

layer ss7


>MTP - SCCP
Message Transfer Part dan Signaling Connection Control Part. Adalah lapisan komunikasi utama (seperti lapisan 1, 2 dan 3 pada OSI Layer). MTP berfungsi sebagai lapisan komunikasi dari lapisan dasar ke lapisan berikutnya, mulai dari koneksi antar jaringan (network interfacing), pertukaran informasi (information transfer), pengontrolan informasi (message handling) hingga pembagian informasi (routing).

>ISUP
ISDN User Part. Lapisan yang bekerja untuk memulai, menjaga dan mengakhiri panggilan.

>TCAP
Transaction Capabilities Application Part. Lapisan yang membuat database dan mengarahkannya ke lapisan protokol yang sesuai (misal ke MAP (Mobile Application Part) untuk mobile).

>TCAP Application
Lapisan akhir dari skema SS7. Disini adalah lapisan dimana user berada. Jika user adalah pengguna mobile, maka MAP (Mobile Application Part) adalah TCAP Application-nya. Berikut daftar TCAP Application yang ada:
1. MAP (Mobile AP) - Untuk user pengguna layanan mobile.
2. INAP (Intelligent Network AP) - Untuk user pengguna layanan Intelligent Network (CAP, ANSI 41 (IS 41) adalah bagian dari Intelligent Network)


Kamis, 25 Maret 2010

ss7 vs ss7 over ip

ss7
Signaling System 7 (SS7) adalah sebuah arsitektur untuk melakukan out-of-band signaling untuk mendukung panggilan-pendirian, penagihan, routing, dan pertukaran informasi-fungsi dari masyarakat beralih jaringan telepon (PSTN). It identifies functions to be performed by a signaling-system network and a protocol to enable their performance. Mengidentifikasi fungsi-fungsi yang akan dilakukan oleh sistem-sinyal jaringan dan protokol untuk memungkinkan kinerja mereka.

SS7 dirancang sebagai suatu standar pensinyalan channel umum ujung terbuka yang bisa dipergunakan untuk berbagai jenis jaringan circuit switched digital. Lebih jauh, SS7 dirancang khusus untuk dipergunakan dalam ISDN. SS7 merupakan mekanisme yang menyediakan kendali internal serta kecanggihan jaringan yang paling utama untuk suatu ISDN. Secara keseluruhan, SS7 adalah untuk menyediakan system pensinyalan channel umum untuk tujuan-tujuan umum dengan standar internasional yang memiliki karakteristik-karakteristik utama sebagai berikut :

1. Dioptimalkan untuk digunakan dalam jaringan telekomunikasi digital bersama dengan pertukaran program kendali yang juga tersimpan dalam digital, dengan menggunakan channel digital 64 kbps.

2. Dirancang untuk memenuhi persyaratan pengalihan informasi baik saat ini maupun dimasa mendatang terutama untuk kendali panggilan, kendali dari jauh, manajemen dan pemeliharaan.

3. Dirancang sebagai alat yang handal untuk pengalihan informasi dalam suatu rangkaian deretan yang benar dan tidak sampai hilang atau terduplikasi.

4. Sesuai untuk operasi sepanjang channel analog serta Pada kecepatan di bawah 62 kbps.

5. Sesuai digunakan untuk jaringan ujung ke ujung dan jaringan satelit


ss7 over ip
Kemudahan penyebaran-Bila menggunakan signaling gateway (seperti layanan akses kelompok [ASG]), tidak perlu mengganggu jaringan SS7 yang ada, dan masa depan perangkat tambahan transparan.
• Less costly equipment. Tidak perlu investasi mahal lebih lanjut dalam elemen sinyal warisan.
• Better efficiency SIGTRAN melalui jaringan IP tidak memerlukan E1/T1 fisik atas hirarki digital sinkron (SDH) berdering. Using new technologies like IP over SDH and IP over fiber, for instance, can achieve much higher throughput. Menggunakan teknologi baru seperti IP over SDH dan IP over fiber, misalnya, bisa mencapai throughput lebih tinggi.
• Higher bandwidth melalui IP SIGTRAN tidak membatasi kapasitas untuk menghubungkan seperti halnya pada jaringan SS7. The IP network is much more flexible than the TDM-based legacy network. Jaringan IP jauh lebih fleksibel daripada TDM berbasis jaringan warisan.
• Enhanced services inti jaringan IP memfasilitasi berbagai solusi baru dan layanan bernilai tambah (VAS).
S7 dirancang sebagai
suatu
standar
pensinyalan
channel umum ujung terbuka
yang bisa dipergunakan untuk
berbagai jenis jaringan circuit
switched digital. Lebih jauh, SS7
dirancang
khusus
untuk
dipergunakan dalam ISDN. SS7
merupakan mekanisme yang
menyediakan kendali internal
serta kecanggihan jaringan yang
paling utama untuk suatu ISDN.
:Secara keseluruhan, SS7 adalah
untuk
menyediakan
system
pensinyalan channel umum untuk
tujuan-tujuan umum dengan
standar
internasional
yang
memiliki karakteristik-karakteristik
utama sebagai berikut :
1. Dioptimalkan untuk diguna-
kan dalam jaringan teleko-
munikasi digital bersama
dengan pertukaran program
kendali yang juga tersimpan
dalam digital, dengan meng-
gunakan channel digital 64
kbps.
2. Dirancang untuk memenuhi
persyaratan pengalihan infor-
masi baik saat ini maupun di
masa mendatang terutama
untuk kendali panggilan,
kendali dari jauh, manajemen
dan pemeliharaan.
3. Dirancang sebagai alat yang
handal untuk pengalihan
informasi
dalam
suatu
rangkaian deretan yang benar
dan tidak sampai hilang atau
terduplikasi.
4. Sesuai untuk operasi se-
panjang channel analog serta
pada kecepatan di bawah 62
kbps.
5. Sesuai digunakan untuk
jaringan ujung ke ujung dan
jaringan satel

pengertian SIGTRAN dan protocol stack.nya

SIGTRAN (Signaling Transport) adalah sebuah standar untuk membawa SS7 signaling lewat sebuah jaringan IP.
SIGTRAN didesain agar SS7 yang tadinya menggunakan jaringan TDM dan ATM kini dapat dilewatkan pada jaringan IP (berbasis packet) dengan tetap mempertahankan karakteristik awalnya yaitu realible, memiliki mekanisme redundancy jika ada sambungan yang putus (link failure), loss dan delay yang kecil, aman terhadap serangan DoS (Denial of Service).

Gambar berikut ini adalah protokol stack Sigtran, dimana IP, SCTP dan adaptation protocol adalah model dari Sigtran Acrhitecture.

PCM 30

PCM 30

PCM (Pulse Code Multiplexing) adalah metode standar yang digunakan dalam jaringan telepon untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital untuk dilewatkan pada jaringan telekomunikasi digital. ada dua jenis PCM, PCM 21 dan PCM 30.

PCM 30 mempunyai primary rate sebesar 2.048 kbps yang terdiri dari 8000 frame tiap detik. Tiap frame mengandung 32 time slot, 30 time slot digunakan untuk pembicaraan, 1 time slot untuk sinkronisasi, dan 1 time slot untuk signaling. Setiap time slot mengandung 8 bit sampel. Kanal voice ini kemudian dimultiplex secara sinkron ke dalam sebuah 2-Mbps data stream, yang biasa disebut E1. Speech code PCM ditransmisikan 8 bit per time slot sebanyak 8000 kali dalam satu detik.sehingga data ratenya menjadi 64 kbps.

pcm30.jpg